Powered by Blogger.
Showing posts with label Lifes. Show all posts
Showing posts with label Lifes. Show all posts

December 23, 2013

Looking Back Series #1

Jaman-jamannya akhir tahun emang paling enak nge-review apa yang udah dilewatin. This story is part of the Looking Back Series.

*tarik napas panjang dulu*

Emang ya masa masa pasca lahiran itu masa masa keluarga kita diuji abis abisan deh.

Jadiiii ceritanya, sore hari dimana gw saking lemesnya itu, seminggu setelah gw keluar dari RS tepatnya, Otosannya Kicca pulang kantor dengan keadaan sakit perut yang MAHA DAHSYAT. Gw sempet marah marahin beliau karena nggak mau makan. Super cerewet deh kala itu. Ternyata, semakin malam rasa sakitnya semakin menjadi. Gw sempet tanya, sakitnya di sebelah mana *sok tau* trus gw bilang.. "Sakit di situ sih biasanya usus buntu." Gw berkali-kali ajak Fun pergi ke RS, tapi beliau nggak mau. Nah karena kebodohan kami juga lah, makanya kita biarkan keadaan itu. Sampai..

Ternyata, jam 12 malam Fun cari-cari Mama gw karena sakitnya semakin menjadi. Mama akhirnya berhasil membujuk Fun untuk pergi ke RS ditemani gw. Ya iya lah siapa lagi yang bisa nemenin. Mama kan harus pegang Kicca. Jadi jam 1 malem kita dianter satpam komplek, berangkatlah ke RS Siloam deket rumah. Langsung cusss sendirian bopong Fun ke Emergency Room alias UGD. Tau sendiri badan Fun gedenya kayak apa, gw kurusnya kayak apa *berhasil nangkis jewerannya Fun*

Alhamdulillah UGD-nya RS Siloam itu super nyaman kalo menurut gw. Jadi gw bisa istirahat di situ walopun cuma duduk sambil curi curi tidur ato bentar bentar usap usap Fun yang lagi kesakitan. Gw-nya sih berasa udah mau pingsan banget itu, makanya gw gak berenti berenti ucapin doa. Pertama agar Fun dapet penanganan yang tepat dan cepat, yang katanya kalo ditunda dikit, radangnya bisa pecah dan sangat berbahaya. Kedua, gw berdoa supaya gw juga gak collaps. Gak lucu banget kan kalo sampe gw pingsan trus dirawat lagi di sana.

Alhamdulillahnya lagi, tenaga medis di sana cepat tanggap, dan berdasarkan pemeriksaan melalui CT Scan disimpulkan bahwa Fun mengalami radang usus buntu dan harus segera dioperasi. Tuh betul kan apa kata gw, ya cuma gw nggak ngerti kalo radang usus buntu harus segera dioperasi kirain bisa kapan kapan *plak*. OK, seinget gw, Fun masuk ruang operasi jam 2 ato 3 pagi gitu. Gw yang cuma bawa kain selembar ngampar deh itu di depan ICU yang letaknya deket ruang operasi. Rasanya pingin nangisssss banget. Selain dingin, keliyengan, takut Fun kenapa kenapa, badan gw juga ngerasa makin nggak karuan. Berkali-kali bilang sama diri sendiri, "Semangat Lely! Ini yang namanya ujian berkeluarga. Harus nemenin pasangan dalam keadaan apapun." Belum lagi PD gw yang bengkak karena nggak nyusuin Kicca, jadi gw mesti bolak balik toilet buat buang ASI :(

Ternyata ya, di depan ICU itu banyak banget lho yang nungguin keluarganya. Ada satu Ibu yang ternyata rumahnya deket rumah kita, beliau cerita kalau suaminya abis kecelakaan masuk sungai dan ini operasi yang keempat kalinya. Langsung deh gw mikir, kalo dibandingin orang lain sih, ujian gw mungkin gak ada apa apanya kali ya? Tapi kok..rasanya berat banget ya Allah.. Preeclampsia belum beres, nah Fun juga mesti masuk ruangan operasi pulak! Jam 7 pagi akhirnya Fun keluar dari ruang operasi. Kebetulan Fun dapet ruangan di sebelah gw di rawat dulu, dan suster susternya masih pada inget gw sambil pada bilang, "Lho kok gantian sih masuknya? Trus Ibu juga udah kempes sekarang." *menerima tatapan kok jadi ceking sekarang* You got me.

Begitu selesai ketemu Fun, nggak lama gw langsung balik ke rumah. Badan tuh udah antara napak sama nggak. Itu baru tentang proses operasi. Beberapa waktu setelah itu pun, malem-malem gw mesti ajak Fun ke dokter Darwin di Rapha karena Fun demam. Alhamdulillah balik dari sana, minum obat, istirahat, membaik deh.

Nah tentang gw sendiri. Gw masih inget banget, di malam tahun baru menyambut 2013. Gw tertidur lemas di ruang nonton lantai atas. Sengaja gw dipisahkan dari Kicca, gw juga nggak tidur di kamar tamu karena lagi ada kunjungan Ibu Mertua dan neneknya Fun. Gw bisa denger banget petasan, kembang api bergemuruh suaranya. Sementara gw, buat bangun aja nggak sanggup. Badan keringat dingin, mual, lemesssss. Belum lagi, adik gw, Naya, ikut-ikutan ambruk tidur di sebelah gw lantaran demam. Antara sedih sama nelangsa. Sekarang saya bisa senyum. Tapi kala itu? Saya berpikir apakah saya masih bisa menikmati indahnya kembang api di Tahun Baru berikutnya?

Mudah-mudahan ya.. Selalu diberi kesehatan dan semangat untuk menyongsong setiap tahun.

So for the upcoming years, can I ask.. erm.. "Life, could you be nice to us?"

Amin.

»»  READ MORE...

June 11, 2012

They Are Our Parents

Ada masanya dimana gw menjadi seorang anak yang bandeeeelllll banget. Sampe gw berpikir, suatu saat gw akan meninggalkan rumah kalo udah gede dan banyak uang. Seeeetttt dah, siapa gw ya dulu pernah mikir begono? *ampuni aku ya Allah*

Lama kemudian tiba lah masa dimana gw menyadari, bahwa gw belum menghargai orang tua layaknya orang tua. *jadi sedih* dan sejak saat itu gw memutuskan bahwa orang pertama yang harus gw bahagiain adalah Bapak dan Mama, begitulah kamu memanggil keduanya. Sejak saat itu, rasanya cintaaaa banget sama orang tua. They become my best friends, my consultants, my hope for life, my everything, yang mudah-mudahan jadi jalan yang membawa kami ke sorga nanti. Amin.

Lantas mengapa gw jadi sangat ingin mencintai kedua orang tua? I don't know, really. Rasanya rasa cinta itu mengalir apa adanya, tanpa mereka minta. Yang gw ingat, gw hanya gak ingin mengecewakan keduanya, dalam setiap langkah gw, kemana pun gw pergi, sejauh apapun jarak gw dengan Bapak dan Mama. Rasanya selalu ingin menerapkan semua nilai-nilai yang pernah keduanya tanamkan buat gw. And you know? My life is getting easier easier and easier.


Setiap ada apapun yang gw alami, gw selalu bercerita pada keduanya. Setiap kali gw mau ujian, ato test kerja, ato interview, gw pasti minta doain. Dan abis ituuuu, Bapak dan Mama bisa gak tidur cuma buat doain gw dan anak-anaknya. Selalu ada doa dan dukungan keduanya dalam langkah hidup gw. Bahkan ketika gw akan memilih pendamping hidup, hanya nasihat keduanyalah yang jadi patokan gw. Karena gw selalu beranggapan bahwa, Bapak dan Mama adalah perpanjangan tangan Allah. So I will always follow their path.


Alhamdulillah, bukan cuma gw yang ngerasain ini. kakak dan adik-adik gw juga patuh pada keduanya. Misi kami berempat, hanya satu, membahagiakan orang tua, whatever happens in this life. We put them in the first place, on top of our everything in this life. Dan alhamdulillah lagi, beranjak dewasa ini, anak-anaknya gak belum ada yang ngerepotin Bapak dan Mama *semoga gak ada, ketok meja 3x*. Sebisa mungkin gak jadi beban bagi keduanya. Gw, adik dan kakak gw bahu-membahu menopang kehidupan keduanya. Karena di usia keduanya sekarang, kami ingin keduanya bisa beribadah dengan tenang dan menikmati hari tuanya.

Bapak dan Mama ini, gak pernah sama sekali membebani keempat anaknya, sekalipun mereka dalam kondisi terberat. Selalu mengutamakan kebahagiaan anak-anaknya. Sebagai contoh kecil aja, seberapapun bokeknya Bapak dan Mama, even when they don't have any money, at all, gak pernah tuh Bapak dan Mama minta sama kita anak-anaknya *see, adakah alasan untuk tidak mencintai keduanya?* Padahal gw tau banget, uang pensiunan buruh berapa sih? Maka harus pintar-pintarnya kami lah menilik, mencari tahu apa yang keduanya butuhkan. Dan hebatnya lagi, sebagian penghasilan kami yang kami berikan, yang jumlahnya tidak seberapa itu, masih bisa keduanya tabung, untuk naik haji katanya. Duh, udah dulu waktu muda harus ngirit karena harus sekolahin anak-anaknya, sekarang harus nabung sendiri buat naik haji. *elap air mata*.

Wajarlah kalau sekarang masanya gw jadi overprotective terhadap keduanya. Mau dibilang yang namanya over itu gak ada yang baik. Well, I don't care. Gw cuma takut, waktu gw membahagiakan keduanya gak banyak. Walopun gw berharap banget, keduanya diberikan umur panjang, kebahagiaan dan kesehatan untuk punya waktu lebih banyak menikmati kebahagiaan bersama anak-anak dan cucu-cucunya nanti, kalo bisa sampe cicit2 segala. Amiiiiiiiin ya Allah.

Namanya kehidupan, ujian itu datangnya dari mana aja. Walopun sebisa mungkin kami berempat gak merepotkan orang tua, tetep aja ada pihak yang entah kenapa gak pernah pake mikir, ingin merepotkan keduanya. Kebetulan gw lahir sebagai orang yang galak *thanks God*, maka kalo ada kejadian begini gw adalah orang yang paling MARAH kalo ada yang merepotkan Bapak dan Mama. Hey, they are our parents, and it's our obligation to protect them.


Gw gak akan pernah rela, ada orang yang membebani mereka. Seperti saat sekarang-sekarang ini, yang pastinya gw gak bisa ceritain di sini. But I do want you people to know how much we love them. Gak peduli tetangga, sodara, orang jauh, orang dekat, yang berani-berani mengganggu kenyamanan Bapak dan Mama, sini hadapi kami dulu *jadi emosi gini?*

But still I do believe, seberapa besarnya proteksi kita, gak ada yang melebihi proteksinya Allah SWT. Bismillah ya Allah.. Jaga kedua orang tua kami dengan baik, sebegaimana keduanya menjaga kami selama hidup kami. Ampunilah dan hapuskan dosa keduanya. Berikanlah selalu jalan kemudahan menuju surga bagi keduanya. Berikanlah kebahagiaan dunia dan akhirat bagi keduanya. Because we love them. Because they are the best parents in this whole world.
»»  READ MORE...

October 15, 2011

Tidak Cukup Dengan Menjadi Baik: Sebuah Balon Berbentuk Durian

Tidak seperti biasanya, malam ini aku menyengajakan untuk tidur secepat mungkin. Hal ini tidak lain karena adikku yang paling kecil bermanuver begitu cepatnya di sampingku sambil mengoceh.. “Teteh, Naya gak bisa tidur.”

Aku tahu, malam ini mungkin salah satu malam paling menyenangkan bagi gadis kecil ini. Menemukan banyak hal baru di kamarku membuatnya tidak mungkin memejamkan mata dalam tempo yang singkat. “Ini apa, Teh? Cara pakainya, Teh? Teteh sering pake ini? Kalo yang ini buat Naya boleh?”


Begitulah anak-anak. Selalu hadir dengan segala keceriannya. Tak sedikitpun mungkin, terlintas di benaknya akan sesuatu yang gelap, bahkan mungkin menyesakkan dada. Di hatinya, yang ada hanyalah (mungkin) sebuah kebahagiaan, dan tentunya sebuah semangat hidup-aku ingin cepat besar-yang menggebu-gebu. Begitu, dan harus selalu begitu.


Sesekali kusempatkan untuk membelai rambutnya ketika ia terbangun dan melihat ke arahku. Lampu yang kunyalakan ketika aku terbangun tadi, sepertinya sedikit mengganggu tidurnya yang lelap. Melihatnya tersenyum simpul di tengah-tengah asyiknya memejamkan mata, malam ini sontak tiba-tiba aku ingin menjadi seorang anak seusianya lagi. Saat dimana tak sedikitpun yang kukhawatirkan mengenai kehidupan yang kujalani. Saat kupikir menjadi orang yang baik adalah hal termulia yang pernah kucita-citakan. Cukup dengan menjadi orang yang baik..


Tak pernah terpikirkan saat itu, kelak aku akan menitikkan air mata di tengah malam hanya karena menerima sebuah message di ponselku. Bahkan saat itu tak pernah terpikirkan olehku bahwa di dunia ini akan ada sebuah benda yang dinamakan ponsel. Saat itu, kupikir masa depan adalah sebuah masa dimana aku dapat menciptakan sebuah balon berbentuk durian. Memoriku kembali ke masa ketika ayahku bertanya, “Apa yang akan kauciptakan ketika dewasa nanti?”


“Sebuah balon berbentuk durian, Ayah..”


Sesederhana itu, dan harus sesederhana itu.


Kenangan masa kecil membuatku sedikit terlena malam ini. Berharap semuanya sesederhana itu, dan seindah itu. Namun, sebuah message yang baru saja kuterima kembali menyadarkanku bahwa aku bukanlah gadis kecil berusia 8 tahun lagi..


“Lely,tlg jangan coba2 mendekatkan a**an sm ma***sa,l**i 02,or cewe2 lain yg ga jelas.tlg hargai gw sbg istrinya.trims.”


Tak terasa bulir-bulir bening mengalir di pipiku seketika aku membacanya. Tak pernah menerima message sesadis itu sebelumnya, cukup mengoyakkan hatiku malam ini.. Cukup menyadarkanku bahwa aku sedang hidup di sebuah dunia yang tidak seindah yang kucita-citakan, tidak sesederhana yang kubayangkan, tidak seramah yang kuharapkan, tidak sesempurna yang pernah kupintakan ketika aku kecil dulu.. Kupikir dengan bercita-cita menjadi orang yang baik, berusaha menjadi orang yang baik, akan membawaku kepada sebuah kehidupan yang sederhana dan indah.


Aku kemudian teringat ketika ayahku dulu berpesan padaku.. “Bagaimanapun, kelak kamu harus menjadi orang yang selalu mampu berdiri di atas kakimu sendiri..” Kata-kata ini yang kemudian mempertegas keputusanku menjadi orang yang keras. Tak heran jika beberapa teman mengingatkanku agar tidak terlalu keras pada diri sendiri. Namun, sebagai hal yang sudah kupupuk sejak kecil, hal ini kemudian menjadi sesuatu yang sulit kuubah, dan mungkin tak akan pernah kuubah. Terlebih setelah aku membaca message tadi.


Sejenak kuingin kembali ke pangkuan Ibu, ingin kubisikkan padanya bahwa tidak cukup hanya dengan menjadi baik untuk mengarungi kehidupan ini, tidak cukup hanya dengan menjadi kuat untuk tetap berdiri tegar mengahadapi semuanya, tidak cukup hanya dengan menjadi bijaksana untuk memilih yang terbaik dalam hidup ini.. Melainkan harus menjadi sosok pribadi yang sangat baik, sangat kuat, dan sangat bijaksana karena hidup tak kan pernah seindah yang kita bayangkan, hidup tak kan pernah sesederhana yang kita pikirkan. Dalam banyak waktu, dalam banyak hal justru hidup lebih indah dari yang pernah kita bayangkan. Bersiaplah untuk semua itu, agar sampai saatnya tiba nanti, kita siap menerima keindahan hidup dari apa yang telah kita jalani selama ini.


Bismillah..



#Repost, July 4, 2009#
»»  READ MORE...

October 14, 2011

Selamat Datang!

Hai! Hai! Hai!

Selamat datang, selamat datang, selamat dataaanngggg!

Sebetulnya ucapan selamat datang ini ditujukan untuk diri saya sendiri. Ugh ya.. Secara udah lama banget gak blogging. Grrrr. Kemarenan baru ngeh banget tuh, kalo kita PERNAH punya blog. Ya oloh.. Jaman Friendster dulu ituuuuu.

Dan yup, you're right. Blognya udah kagak ada! Diapus ama abang-abangnya (ciyeee abang-abang). Gilaaaaa, sedihnya bukan main kita. Abis gimana, kita jadi gak punya itu yang namanya dokumentasi jaman ababil dulu. Postingan melo-melo yang gak jelas juntrungannya itu, raib entah kemana. Sempet check baby check ke laptop, kali-kali aja pernah save gitu ya postingan-postingan itu, macam sebiji dua biji. Hiyaaaaa, tetep gak ada!

Ada yang sama kecewanya gak sih seperti saya? Apa semuanya punya back up file-nya yah? Jadi cuma saya nih yang begini???

Tapi.. Ya sudah lah ya.. Makanya blog ini ada, untuk menghapus dosa masa lalu menghilangkan story line yang pernah ada. SEMOGA, dengan blog yang ini bakal langgeng. Gak males-malesan nulis. Gak cari-cari alesan gak ada ide lah, sok sibuk lah.

Jadiiiiiiiii, jadi nih.. Ceritanya kita lagi punya semangat baru banget nih buat nulis. Suami sih pasti nyaraninnya nanti aja nulisnya, kalo udah di rumah, udah settle, udah ada iMac. Jiaaaaaah, kelamaan Pak Bosss. Masih ada mesin cuci, kulkas, matras, sofa, mangkok, piring, daaaaaan teman-temannya, yang lagi pada ngantri buat dibeli. Jadi, minta ijin ya buat nulis duluan di sini. Hope you'll like this too, Fun!

Bismillah.. 

*prokprokjadiblogyang bagusss*
»»  READ MORE...

  © Blogger Template by Emporium Digital 2008

Back to TOP