Powered by Blogger.
Showing posts with label Wedding Prep. Show all posts
Showing posts with label Wedding Prep. Show all posts

July 22, 2012

A Note From Our Wedding Blog #1

E do do e.. Tiba-tiba pingin buka wedding blog jaman dulu yang udah gak bisa diakses kecuali login ke providernya, lantaran kita gak perpanjang lagi langganannya. Sempet terharu biru baca lagi tulisan-tulisan yang ada di sana. Errrmm, rasanya gak sia-sia dulu capek-capek bikin itu, dan sekarang punya sesuatu yang bisa dikenang. Salah satunya boleh ya gw posting di sini..

Ini adalah pengakuan dari Fun tentang perjalanan menuju pernikahan kami. Gw lebay kayaknya pas baca lagi pake acara pingin mewek.. Well, ow-kay, here it is..

***


Confessions of the Groom
(English version)

Lely is one of my old friends when I was taking my bachelor at ITB. We were both members of a student community for economic study and stock exchange called KSEP ITB, which its members not only from ITB. I never thought she would be my companion since we didn't have the opportunity to know deeply each other.

We’ve been in relationship within one year and a half. But I still can remember when I made my first move to get closer to. It was when I took my master in Norway. Being far away from my family make me felt so lonely. Just because we have a good internet connection in Norway, the only way to have someone to share is to use the internet as well as possible and I began searching for my old friends through Facebook.

The funny thing was, I tried looking for a friend by typing start from letter "A ", "B ", and so on until I pressed the letter "L" and found a name, "Lely Triyana". Suddenly I recalled my old memories about her and a sense of curiosity then arose, “How is she now? How does she look now?” Those old memories made me realize that she has grown up into a different person and made me continuously see her profile on Facebook, just to see her status and found her YM ID.

Expectedly, she turns first to add me on Yahoo Messenger. But not even she said hello to me, and after a period of time I tried to say hello first, and I got a positive response! I accidentally discovered her blog and started frequently visit her blog just to know how she is. From her blog, status, and some conversations I felt something interesting, because she always talked about the values of life.

From the blog then I finally knew that she also felt the same as I did, lonely. I began to feel that we need each other, from several times a conversation. And it provoked me to call back just to hear her voice. I did not think I would like her voice, which is soft and like a radio announcer, hehehe.

The more I knew her, there was a strong desire to meet directly with her, so as I arrived in Indonesia, I designed a good scenario so that I could meet with her, by asking her for help that I need a place to stay for a few days in Jakarta. And I succeed!

After our first meeting, everything was in accordance as I predicted before, that she is humble, down to earth, and very shy girl. At the same time, I came up with the conclusion that she needed a good and simple companion. That's why I really wanted to continue to maintain this good relationship with her even if I had to go back to Norway.

As my arrival in Norway, we had more intensive communications, either via telephone or chat. Along the way she makes me feel comfortable, the figure of a smart and not demanding one, which is quite difficult to find in women nowadays. No wonder if I eventually proposed her as my prospective wife.

Since then, the desire for making a family with her was getting stronger. I'd do anything for the succession of our plan, even if I had to go back to Indonesia just to visit her again. I was well aware that it was not easy to maintain a long-distance relationship. Moreover, the time difference Stavanger-Jakarta about 5-6 hours, that all communication needs should be fulfilled only through occasional phone calls and webcam.

I am very grateful that we finally arrive at this point. Our wedding day would be less than a week. If we can maintain our long-distance relationship, so we must successfully cope with the challenges and the ins and outs of marriage life we will build.

Bismillahirrahmanirrahiiiim…

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pengakuan Dari  Mempelai  Laki-Laki
(Bahasa version)

Lely adalah salah satu teman lama ketika saya menjalani studi di ITB. Saat itu kami sama-sama anggota sebuah komunitas yaitu KSEP ITB, dimana angotanya bukan hanya dari ITB. Saya tak pernah berpikir ia akan menjadi pendamping saya karena saat itu kami tidak memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat.

Saya mengenalnya lebih dekat dalam kurun waktu kurang lebih 1,5 tahun terakhir ini. Namun masih saya ingat sata-saat saya mendekatinya pertama kali, yaitu ketika saya masih menjalani studi di Norway. Berada di negeri orang tanpa keluarga membuat saya merasa kesepian di sana. Karena koneksi internet di sana cukup baik, satu-satunya cara menambah teman untuk berbagi adalah memanfaatkan internet sebaik-baiknya dan mulai mencari-cari teman-teman lama melalui Facebook. 

Lucunya, saya mencoba mencari teman dimulai dari huruf “A”, “B”, seterusnya sampai saya menekan huruf ”L” dan menemukan sebuah nama, “Lely Triyana”. Tiba-tiba saya jadi mengingat kenangan lama mengenai dirinya dan menimbulkan rasa penasaran, bagaimana ia sekarang. Kenangan lama itu menyadarkan saya bahwa ia tumbuh menjadi sosok yang berbeda dan membuat saya rajin-rajin melihat profilenya di Facebook hanya untuk sekedar melihat status-status yang ia tulis dan menemukan YM ID-nya.

Tak disangka, ternyata ia terlebih dulu meng-add saya di Yahoo Messanger. Namun tak sekalipun ia menyapa saya dan lama-lama saya memberanikan diri untuk menyapanya, dan mendapat tanggapan positif! Tanpa disengaja saya menemukan blognya dan mulai sering berkunjung ke sana. Dari blog, status, dan beberapa pembicaraan saya merasa ada hal yang menarik di sana, karena ia selalu berbicara tentang nilai-nilai kehidupan.

Dari blog itu juga saya akhirnya tahu bahwa dia pun merasakan hal yang sama seperti saya, kesepian. Saya mulai merasa kami saling membutuhkan, dari beberapa kali pembicaraan, dan memancing saya untuk menelpon hanya sekedar mengenali kembali suaranya seperti apa. Tidak mengira saya akan menyukai suaranya yang lembut dan seperti penyiar radio, hehehe. 

Semakin mengenalnya, timbul keinginan yang kuat untuk bertemu langsung dengannya, sehingga setibanya saya di Indonesia, saya mendesain skenario yang apik agar bias bertemu, yaitu dengan meminta bantuan bahwa saya butuh tempat tinggal untuk beberapa hari di Jakarta. Dan berhasil!

Setelah bertemu ternyata ia sesuai prediksiku, ia sosok yang humble, down to earth, dan sangat pemalu. Saat itu pula, saya berhasil menarik kesimpulan bahwa saat ini ia membutuhkan pendamping yang sederhana dan “gak neko-neko”. Karena itulah saya ingin terus menjaga hubungan baik ini sekalipun saya harus kembali ke Norway.

Setibanya saya di Norway, komunikasi semakin intensif, baik melalui telpon maupun chatting. Selama itu pula ia berhasil membuat saya merasa nyaman, sosok yang cerdas dan tidak pernah menuntut hal yang aneh-aneh, sosok yang cukup sulit dijumpai pada wanita pada umumnya. Tak heran jika akhirnya saya memberanikan diri untuk mem-propose-nya sebagai calon istri.

Sejak saat itulah, keinginan untuk berkeluarga bersamanya semakin kuat.  Saya akan lakukan apapun untuk keberhasilan rencana itu, sekalipun saya harus kembali ke Indonesia untuk mengunjunginya lagi. Saya sadar betul, tidak mudah membina hubungan jarak jauh. Apalagi perbedaan waktu Stavanger-Jakarta sekitar 5-6 jam, semua kebutuhan komunikasi harus terpenuhi hanya melalu telpon dan sesekali webcam. 

Namun saya sangat bersyukur sekali, akhirnya kami sampai pada titik ini. Pernikahan kami dalam itungan kurang dari seminggu. Jika kami mampu menjalin hubungan jarak jauh, maka kami pun harus berhasil menjawab tantangan dan lika-liku rumah tangga yang akan kami bangun nanti.

Bismillahirrahmanirrahiiiim…
»»  READ MORE...

July 16, 2012

A Perfect Wedding

Sebenernya udah lamaaaa banget pingin posting tentang wedding preparation. Baru kesampean sekarang. Agak-agak lupa juga ya ceritanya. Udah kelamaan siiiik, udah 1.5 tahun yang lalu ternyata ya kita nikah. Well wow, time flies ya!

Cerita sedikit dulu ya sebelum wedding prep kita. Udah sejak awal Fun propose gw secara pribadi, tepatnya Jan 2010 itu lah, wedding prep dimulai, karena Fun pinginnya kita nikah di Agustus 2010. Tepat ketika Fun balik Indo setelah studi-nya. Grooook! Gw agak kaget siiik. S.e.c.e.p.a.t itu kah? Iyyyaaa, Fun maunya begitu. Well, OK baiklah. Sejak awal, maunya kita berdua sih bikin wedding celebration yang gak besar-besaran dirayain, maksudnya mau undang keluarga dan temen deket aja, supaya uangnya bisa dipake liburan, hihihi. Tapi namanya orang tua ya.. Katanya punya temen banyak, entar pada nanya kenapa nikahin anak-anaknya kok gak pake ngundang-ngundang..? Yo wis, akhirnya kita ngalah.. Bikin wedding celebration yang bisa mengakomodir keinginan orang tua tapi sesuai dengan kocek kita.

Warning: Jika ada pengalaman gak enak yang gw alamin terhadap salah satu vendor, boleh jadi ini hanya gw ya yang mengalami. Jadi, please.. Jangan nilai tulisan ini dengan mutlak ya. Ini sih bersandarkan subyektivitas pengalaman gw aja. Okay, mari kita coba review satu per satu.

#1 Gedung
Sekembalinya Fun ke Stavanger di akhir Januari 2010. Gw langsung minta bokap booking-in gedung di Pusdiklat PT KS. Karena dari awal gw pingin berhemat, gw cari gedung yang biasa aja, apalagi bisa memanfaatkan diskon dari bokap yang anggota keluarga besar Krakatau Steel. Ini sebenernya boleh dibilang agak nekat yah, belum ada pertemuan keluarga kok berani-beraninya booking gedung. Padahal kan seperti gw cerita pertama kali ketemu camer aja baru terjadi di bulan Juli 2010. Itu pun tanpa rencana bukan? Yah, tapi lagi-lagi, karena begitu lah maunya Kakang Mas Prabu Fun, hihihi. Jadi gw sebagai yang mau dinikahin ya seneng-seneng aja ;p

Udah anteng-anteng pesen gedung ini ya, eeeehhh taunya pas Fun balik ke Indo di bulan Agustusnya, dia minta ganti gedung. Pingin yang lebih gimanaaaa gitu katanya. Kita akhirnya mutusin pake Sari Kuring aja, pertimbangannya waktu itu karena tempatnya enak, gedungnya saat itu baru direnovasi, walopun terakhir-terakhir gw rada nyesek ama harganya yang..banyak additional cost-nya, ya karena bawa musik sendiri lah, bawa catering sendiri lah. Apa mau dikata, mau gak mau bayar juga..

#2 Tanggal Pernikahan
Hal yang bikin ribet dalam nentuin tanggal pernikahan ini, justru bukan karena kita pake itung-itungan hari baik. Kebetulan keluarga kami berdua, bukan yang ribet hal beginian karena kami menganggap semua hari adalah BAIK. Faktor yang paling menentukan justru, kemampuan sodara-sodara kita semua untuk hadir di acara ini. Gw, jujur aja, sempet stress gara-gara ini. Bukan gimana-gimana, gw ama Fun emang udah sepakat bahwa, this celebration is not ours, it belongs to our family, dan kita pingin sebaik mungkin mengakomodir keinginan keluarga besar. Inget ya, keluarga besar. Cuma ya ini bikin spanneng aja, ketika kita harus mengubah-ubah tanggal pernikahan karena si ini ujian lah, si itu ujian lah, jadi tunggu anak-anak beres ujian, tunggu yang guru beres ngurus sekolahnya, tunggu ini, tunggu itu.. Grrrrrrh, kalo gitu malah lebih enak ditentuin oleh hari baik aja deh, biar semuanya, suka gak suka harus patuh. Ya abis gimana, tanggal pernikahan yang berubah-ubah itu kan juga bikin vendor dan gedungnya bingung. Ini jadi nikah kagak sik?

Request gw cuma satu soal tanggal nikah, gw minta hari Sabtu karena temen-temen gw dan Fun mayoritas kan dari Jakarta, kasian kan kalo hari Minggu karena Senin harus ngantor. Apalagi hari kerja ya nggak mungkin kan? Hmm, karena satu dan lain hal, termasuk kepergian ayahnya Fun di Juli 2010, pernikahan yang rencananya Agustus 2010 itu mundur di Januari 2011. Banyak orang bilang, gak baik mundur-mundurin tanggal pernikahan. Tapi kalo menurut gw, lebih gak baik lagi lo gak dengerin apa kata keluarga besar dan kemudian perang saudara terjadi.

#3 Tata Rias dan Dekorasi
Agak susah buat gw nemuin tata rias pengantin dan dekorasi yang sreg di Cilegon ini. Gw udah keliling Serang dan Cilegon, gak ada yang pas.. Beda banget ya ama di Jakarta ato Bandung, kalo gw liat-liat, kok banyaaaak banget ya perias yang hasil riasannya simple, tipis-tipis, dan cantik-cantik, udah gitu harganya kompetitif pula. Lha di Cilegon ini, udah harganya selangit, maaf maaf ya mostly riasannya kayak orang mau ngelenong, medddhok!

Belum lagi soal dekorasi, kalo di Jakarta Bandung gw liat lebih banyak variasi dan condong lebih modern ya.. Banyak pilihan lah. Sempet terpikir untuk ambil perias dari Jakarta ato Bandung aja, kebetulan banyak yang gw suka dan harganya masih terjangkau banget. Cuma setelah kita itung-itung, ambil vendor utama dari luar kota akan boros di biaya akomodasi dan hotel, yang ternyata gak murah juga. Hiks, hiks. Ya udah deh akhirnya back to vendor Cilegon aja deh..

Keputusan gw, akhirnya ambil Bu Dodo yang rumahnya di Kavling Blok D itu lho.. Gw tau Bu Dodo karena liat foto wedding temen gw yang..riasannya kok bagus ya.. Sederhana dan cantik! *ato emang temen gw aja yang cantik?*. Setelah dapet nomor telp-nya, akhirnya gw janjian ama Bu Dodo yang kebetulan lagi ngerias di Pusdiklat, jadi gw bisa lihat hasil riasannya. Gw emang suka sih sama hasil riasannya.. Seperti yang gw mau deh. Yaaa.. Setelah muter-muter, gw final dengan keputusan ini, ambil Bu Dodo.

Setelah itu, ketemu Bu Dodo janjian aja di rumahnya. Karena gw orang yang ribet, pingin liat koleksi baju-bajunya, maka sering-sering lah gw main ke sana. Maksud hati, sekalian mau diskusiin juga konsep wedding dan tata riasnya maunya gimana.. Kebetulan di rumah Bu Dodo, banyak majalah buat referensi riasan kita mau seperti apa, termasuk foto-foto hasil riasan Bu Dodo sendiri banyak kok di sana *bagi yang lagi cari perias*.

Lalu bagaimana hasilnya?

Khusus untuk make up gw baik di akad maupun resepsi gw masih gak masalah. Terutama make up ketika akad, itu seperti yang gw mau. Sementara make up pas resepsi gw agak terganggu dengan warna lipstick dan eye shadow-nya aja sih. Eh sama bedaknya yang agak tebel juga. Soal tata rambut pas resepsi, sebenernya gak seperti yang gw mau. Tapi masih OK lah. Ternyata gw masih cocok juga didandanin Jawa. Buat yang mau liat hasil riasannya pas akad bisa lihat di sini.

Tapi secara overall, buat kami kurang memuaskan. Kenapa? Gw merasa setiap kali ke rumahnya, gw sering dicuekin. Beliau lebih seneng menyambut orang-orang yang penampakannya lebih necis. Yaaa, emang gw ke sana gak tampil luar biasa kayak yang lain.. Abis gw pikir juga buat apa? Ntar kalo ngegaya malah dimahalin lagi.. Dan bener aja, begitu tau Fun saat itu lagi di Norway, karena setiap ditanya calonnya mana, gw jawab gak bisa dateng, terakhir-terakhir harganya meningkat bombastis. Gw yang tadinya mau pake suaminya sebagai MC aja ampe gak jadi. Udah gitu, Bu Dodo gak bisa diajak bicara soal konsep. Semua ide yang pernah gw ungkapkan padanya gak ada yang diterapkan sama sekali. Termasuk mengenai dekor, ya itu mau-maunya dari sana aja gimana, padahal maunya gw bukan begitu. Untuk urusan baju keluarga aja, kita kan udah pilih-pilih jauh hari dan dateng lagi ke rumahnya di H-1, eeeh pas sampe gedung, salah size! Hadddeeeuh, kasian kan kayak bokap gw pake blankon kedodoran. Banyak yang gw keluhkan soal perias ini. Tapi ya sudahlah.. Ini pelajaran kalo adek-adek gw mau nikah nanti..

#4 Catering
Sampailah kita bahas point terpenting berikutnya. Gw cari catering barengan sambil cari perias dan dekor. Karena katanya, biasanya perias bisa merekomendasikan catering yang OK. Tapi berdasarkan pencarian gw, rata-rata semua perias ngasih rekomendasi yang bikin kantong gw menjerit. Gw gak ngerti apakah perias dapet margin juga dari situ..

Seperti kita tau, salah satu komponen terbesar dalam biaya pernikahan adalah untuk konsumsi. Mahal-mahal ya boook. Ini sempet menggoyahkan gw nih. Jadi nikah gak ya..? Gw sempet ingin mengambil opsi kita nyuruh tukang masak aja biar lebih murah. Tapi setelah diitung-itung, sama aja.. Belum lagi, belum tentu tukang masak itu bisa masak sesuai selera kita dan yang terpenting adalah.. Bagaimana nanti penataan selama resepsi? Maklum, gw pinginnya selama resepsi itu rapiiiii, ga banyak piring berarakan dimana-mana. Makanan juga selalu tersedia, jangan sampe pas tamu dateng makanannya belum diisi *perfeksionis dimulai*. Akhirnya gw pilih catering aja deh. Dari sekian banyak catering yang gw coba, gw cuma cocok sama Onni Catering! Yeay! Selain ramah, enak buat diajak diskusi, makanannya enak, harga juga masih bisa dinego. Alhamdulillah.. Gw SANGAT PUAS dengan catering ini. Satu kata, PROFESIONAL. Oh akhirnya ada juga yang profesional di Cilegon.

#5 Wardrobe
Kalo buat para undangan, yang terpenting adalah makanan. Bagi gw yang terpenting setelah tata rias adalah wardrobe pengantin, hihihi *bukan akadnya ya neng?* Karena dari perias gw bajunya gak ada yang sreg, jadi kebayang donk ya gimana sibuknya gw cari model kebaya ini, kebaya itu. Sampe belanja wedding magz setumpuk. Bentar-bentar coba kebaya di sini, bentar-bentar di sana.. Akh heboh lah waktu itu. Untung Fun dukung gw mau ribet begini. Karena dia tau betapa resenya gw dengan kebaya dan tata rias. Salah dikiiiiit aja, gw bisa cembetut seharian. Masa jadi manten cembetut ya. Gw rasa kebanyakan cewe juga pasti begini lah..

Tibalah saatnya gw ketemu Teh Zohra Sumantri. Gw liat kebaya-kebayanya Mbak Zohra yang pasti dari hasil browsing, cuma gw lupa waktu itu liat di web mana.. Tapi kalo mau temenan di FB monggo di-add ya.. Gw itu, waktu itu pinginnya kalo nikah kebayanya baru dan body fit sesuai ukuran gw pastinya. Naaaah, di Teh Zohra ini lah semua keinginan gw terkabulkan. Gw bisa sewa kebaya baru dengan ukuran badan gw dengan harga yang SANGAT SANGAT terjangkau! Udah gitu Teh Zohranya baik banget lagiiiii. Kebaya resepsi gw aja dikasi kristal Swarovski segala *terharu*. Perias gw waktu itu sampe kaget dan nanya-nanya gw dapet kebaya itu dari mana. Saking bagusnya, sampe kadang gw ngidam pingin pake kebaya dari Teh Zohra lagi. Hayooo, buruan buat yang lagi cari kebaya nikah, mampir deh..

Teh Zohra juga buatin beskap resepsinya Fun.. Gw suka ama beskapnya, cocok buat Fun.. Oh ya, saking baiknya Teh Zohra ini, bantuin cariin semua wardrobe-nya Fun.. Mulai dari blankon, selop, kain.. Semuanya. Cuma emang agak susah sih cari blankon dan kain warna hijau ini. Akhirnya dapet blankon entah di Gresik entah di Surabaya, Ibunya Fun yang bantu cari. Sedangkan kainnya Fun dapet di Pasaraya Grande. Di sana batiknya bagus-bagus lho teman!

Untuk akad, karena konsepnya internasional, jadi Fun pake jas yang kita beli di Pasaraya Grande. Ho oh, lagi-lagi kita dapetnya di sana. Mostly barang-barang kita, kita beli di Pasaraya Grande. Enak soalnya belanja di sana. Wardrobe Mama dan Ibunya Fun buat akad jahit sendiri kita beli bahannya di Tanah Abang. Untuk para ayah, jas koleksi pribadi dan untuk resepsi dari perias. Untuk panitia, kita bagiin batik yang dibeli di Pasar Baru Cilegon. Mayaaan, murah meriah tapi masih OK. Sekalian nyenengin para tetangga juga bukan?

#6 Mahar & Wedding Ring
Soal mahar.. Gw gak minta yang bombastis. Walopun kata temen gw, kenapa gak minta emas sekian belas ato puluh gram? Gkgkgk. Gak lah.. Dengan gw nantinya sisa umur gw dihabiskan bersama Fun aja, gw udah bersyukur banget. Lagian gw bukan tipe cewe yang seneng pake emas segambreng gitu. Gw cuma minta uang yang dihias dan wedding ring ajah.. Yang penting buat gw malah lucu dan catchy! Jadinya waktu itu browsing mau bentuk uang yang gimana, untung di Cilegon ada yang bisa bikin ya.. Sementara wedding ring gw dapet di Goldmart. Sebenernya itu bukan wedding ring.. Gw emang gak terlalu suka dengan wedding ring polos yang biasa dipake banyak orang. Gw lebih suka yang bermata banyak *berlian maksudnya? hahahaha*. Gak deng.. Kita beli yang biasa-biasa aja kok, kalo gak biasa gw udah request De Beers kaliiiii.

#7 Fotografer
Gw karena mayan sering dateng ke wedding exhibition, jadi tau lah mana fotografer yang bagus. You name it. Tapi i i itu mahal kan..? Untuk urusan fotografer, gw serahkan pada Fun untuk memilih, karena Fun lah yang jauh lebih mengerti soal ini. Katanya Fun, dengan hasil foto yang berhasil didapetnya dan cocok dengan kantong adalah Mas Akbar. Oh yeah! Ini juga salah satu vendor favorite gw. Dengan gak nyampe Rp 10 juta, kita udah dapet foto buat pre wedding, wedding, video, dan hasil cetakannya yang sangat memuaskan. Walopun Mas Akbar ini dari Jakarta, beliau mau lho dari pagi udah dateng ke Cilegon, baiknya lagi nge-charge transport-nya murah banget. Kita sampe tercengang. Terima kasih Mas Akbar..

#8 Music, MC & Adat
Music gw serahkan pada sahabat gw Marissa yang se-Cilegon Serang pasti udah tau lah ya. Hihihi. Makasi ya Teh.. Udah nyanyi bagus, dikasi harga teman lagi *peluk*. Untuk MC, karena gw kecewa dengan suami Ibu Dodo, maka di last minute gw memutuskan untuk cari MC lain.. Yang kebetulan Bapak MC-nya bisa berbahasa Jawa. Jadilah, kita pake adat Jawa dikit-dikit.. Adat juga kita gak banyak pake. Gak mau ribet dan adat yang dipake cuma biar dokumentasinya bagus aja..

#9 Undangan & Souvenir
Undangan, karena udah mepet, maklum walopun gedung udah dipesen jauh-jauh hari, gw untuk undangan gak pingin mendahului pertemuan keluarga. Lamaran kita waktu itu akhir November, jadi kita cuma punya waktu 2 bulan aja.. Cari undangan juga yang murah aja, kita nemu pas ada wedding exhibition di JHCC. Kantor mereka di Pluit, kebetulan mereka bersedia mencetakkan dalam waktu cepat. Hasilnya menurut gw OK lah dengan harga segitu. Gak ada salah cetak ato apa..Sementara souvenir, gw sempet ngikutin saran temen berburu ke pasar Jatinegara. Uwiiih, gw gak merekomendasikan untuk ke sana deh. Panas, sumpek. Better ke Mangga Dua aja deh. Karena udah ilfil duluan ama tuh pasar, jadinya kita pas milih souvenir asal aja, yang penting cepet.

#10 Seserahan
Soal seserahan, gw gak ngikutin adat, harus ada ini itu ini itu. Isinya barang-barang yang gw suka aja. Malahan barang-barangnya banyakan Fun beli selama Eurotrip, asyik kan? Selebihnya banyakan beli lagi-lagi di Pasaraya Grande, ada juga Tanah Abang. Paling request gw minta tetek bengek kecantikan dari Faceshop ajah. Untuk ngehias seserahan, gw salah strategi nih.. Karena gak percaya dengan hiasan made in Cilegon, akhirnya gw menghias sendiri, bahan-bahan beli di Mayestik dan hasilnya.. ESTEDE. Heuheu. Salah gw yang gak bisa sih.. Abis mau hias di Jakarta ribet bawanya.

#11 Perawatan Pra Nikah
Untuk perawatan pra nikah pas di Jakarta, gw ke Griya Arimbi di Tebet. Disaranin gak ambil paket, tapi gw reguler aja dateng ke sana buat pijet, lulur, steam, dan creambath. So far gw nyaman di Griya Arimbi.. Selain karena muslim banget, dari segi harga juga terjangkau. Sementara untuk di Cilegon, gw ambil paket perawatan pra nikah di.. *aduh gw lupa namanya*. Yang pasti lokasinya di Jombang Kali. Paketnya lumayan lengkap ya, gw dateng 2x ke sana, karena lebih sering berdomisili di Jakarta. Sengaja paketnya gw ambil bener-bener pas mau deket hari H. Jadi H-1 gw bener-bener gak ngapa-ngapain, seharian gw cuma perawatan. Mulai dari pijet, lulur, mandi susu, ratus, creambath, totok wajah, manicure, pedicure *apalagi ya?* Fiiiiiuuuhhhh. Menyenangkan rasanya. Jadi rileks dan pede buat menghadapi hari esok. Kalo menurut gw, penting nih perawatan pra nikah begini. Yaaaaa sekali seumur hidup. FRESH banget deh.. Nyampe rumah aja gw udah gak perlu mandi lagi kan.. Bahkan, di hari H, gw gak mandi lho.. Xixixi. Abisan gw gak dibolehin mandi ama tukang salonnya. Kalau ada yang mencium bau-bau aneh saat menyalami gw, yaaa maab ;p

#12 Administrasi
Akkkkh, ini sebenernya yang paling penting soal persiapan nikah *kok tulisnya paling belakang? hihihi*. Buat yang mau nikah, jangan lupa urus administrasi ke KUA ya teman-teman. Gak ada yang rela nikah siri kan? Buat yang calon mempelai prianya dari luar kota jangan lupa bikin Surat pengantar numpang nikah di kota mempelai pria berasal. Untuk urusan bimbingan pra nikah mah gampang. Gw aja ke KUA buat bimbingan gak ditemenin Fun, malah ditemenin bokap, tapi menghadapnya ya sendirian *masa ditemenin bokap juga?* Iya waktu itu Fun kebetulan gak bisa ikut, karena kan undangan bimbingan H-4 kalo gw, yang mana waktu itu Fun udah berangkat ke Gresik buat jemput keluarganya untuk bareng-bareng ke Cilegon. Umm, jujur aja, gw gak dapet apa-apa sih dari bimbingan ini. Terkesan formalitas aja.

#13 Hotel
Terakhir! Ini urusan senang-senang. Hahahaha. Abis nikah sengaja kita booking kamar di Sari Kuring khusus wedding package. Yah namanya juga hotel di Cilegon ya.. Ini bukan Bali, jadi ya biasa-biasa aja fasilitasnya. Yang penting gak ada gangguan ;p. Jadi deh kita nginep 3 malem di sana. Hahahaha. Gak mau pulang ke rumah..

Hummm, selesai sudah review-nya. Begitulah wedding kami, gak ada apa-apanya dibanding wedding yang lain. But it was our perfect wedding. Karena setidaknya, dalam perencanaannya, pemilihan vendornya, menjalaninya, semua dengan pertimbangan yang matang.

Akh, jadi pingin mantenan lagi!
»»  READ MORE...

  © Blogger Template by Emporium Digital 2008

Back to TOP